Belajar dari anak anak kita….
Selama ini kita mungkin masih mengangap anak anak kita, anak kecil yang tidak tahu apa apa, terlebih soal berbagi…
Ternyata kita salah…..
Anak anak pun dapat berbagi kepada sesama….
Sebenarnya rencana ini sudah hampir 1 bulan yang lalu tapi baru terlaksana hari minggu 1 maret 2009.
Berawal dari pembicaraan pada malam imlek dengan Jesslyn (anak pertama saya yang berusia 4th):
Saya : Jes, besok kalau dapat uang ampau banyak mau buat apa?
(tradisi kami, kalau pada saat imlek, anak-anak selalu mendapat uang dalam kantong merah yang di sebut ampauJ)
Jess : Buat beli mainan mam,
Saya : Lho.. mainan kamu kan sudah banyak, lebih baik uang nya nanti buat beli
Mainan trus kita kasih ke panti asuhan.. (kebetulan Jesslyn pernah 1x ke
Panti asuhan dgn kami dan 1 x dengan sekolahnya)
Jes : (dengan semangat menjawab) iya mi.. kita beliin mainan buat anak anak yang
di panti asuhan saja…
Saya : Bener nih.. uang nya bukan buat beli mainan kamu (sekedar meyakin kan saja)
Jes : Iya Mi bener… sure… (dengan gaya polosnya)
Waktu berlalu…. 1 hari.. 2 hari.. 1 minggu… Yang saya kira pembicaraan di atas adalah pembicaraan sambil lalu seorang anak kecil…
Ternyata saya salah.. salah besar..
Jesslyn walaupun anak yang hanya berusia 4thn, ternyata masih ingat dengan apa yang pernah dia bicarakan..
Dia selalu menanyakan kapan mau ke panti asuhan… (karena kesibukan mami nya, jadi lah rencana mulia tsb tertunda tunda..)
Sampai pada suatu ketika tgl 15 feb, ketika saya membelikan mainan untuk hadiah teman sekolahnya yang berulang tahun, tiba tiba saya di kejut kan dengan perkataan dia yang membuat saya merasa malu dan bersalah sebagai orang tua
Jess : Mami, kenapa beli mainannya cuma 1? Read the rest of this entry »